INDOSAT SHORT MOVIE COMPETITION

March 7th, 2009 by laununa

Setelah melalui proses penjurian yang cukup panjang karena karya-karya yang dikirim teman-teman bagus-bagus, akhirnya tim juri yang terdiri dari Mira Lesmana, Nugie dan tim Indosat sepakat menentukan para pemenang Indosat Short Movie Competition.

Para pemenang ditentukan berdasarkan kriteria penilaian sebagai berikut:

  1. Orisinalitas ide
  2. Kreativitas pembuatan
  3. Memberikan inspirasi
  4. Menghibur
  5. Favorit

Dan hasilnya adalah:


5 Pemenang Kategori Pelajar

No.

Judul Film

Kota Asal

Hadiah

1.

Ketombe Dioksida

Jakarta

1 buah Macbook Pro MB + 1 Camcorder

2

Laskar Hijau

Jakarta

1 buah Camcorder DVD

3.

Sahabat Peduli Lingkungan Surabaya

1 buah Camcorder DVD

4.

Selamatkan Bumiku Malang

1 buah Laptop

5.

Suara Anak Merapi Magelang

1 buah Laptop

5 Pemenang Kategori Umum

1.

Seperti Inikah Masa Depan Bumi???

Malang

Rp 20 juta + 1 Camcorder

2.

Green Teknologi Kids

Palembang

Rp 15 juta + 1 Camcorder

3.

Mission Green Possible

Bandung

Rp 10 juta + 1 Camcorder

4.

Yang Terlupakan

Jambi

1 buah Laptop

5.

Eh Kok Bisa sih?

Klaten

1 buah Laptop

5 Pemenang Harapan

1

Pocong Juga Peduli Lingkungan Samarinda Rp 1 juta + 1 buah Camcorder

2

Pahlawan Bertopeng 2 (Pesona Bukir) Rp 1 juta + 1 buah Camcorder

3

Peduli Bumi Bekasi Rp 1 juta + 1 buah Camcorder

4

Paper Cut

Jakarta

Rp 1 juta + 1 buah Camcorder

5

Save The Energy Save The World

Tangerang

Rp 1 juta + 1 buah Camcorder

1 Film Favorit Juri

1

Dexter The Reminder

Rp 10 juta + 1 buah Laptop

3 Komentar Terbaik

1

Pasca

Komentar untuk film “Yang Terlupakan” 1 handphone & SP + voucher Indosat Rp 500 ribu

2

Sahabat Hijau Komentar untuk film “Yang Terlupakan” 1 handphone & SP + voucher Indosat Rp 500 ribu

3

Isa Komentar untuk film “Teknologi Hijau Tom” Rp 500 rb1 handphone & SP + voucher Indosat Rp 500 ribu

1 Lucky Poller

No. HP: 85867379XXX

1 buah handphone & SP + voucher Indosat
Rp 500rb

Kepada teman-teman yang lain, walaupun belum berhasil menang jangan berkecil hati, karena dengan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan sesungguhnya kita telah menjadi pemenang dan pahlawan bagi lingkungan

Jangan lupa, semua peserta yang telah mengirimkan karyanya akan mendapatkan masing-masing satu t-shirt keren dari ISMC. Waktu dan tempat pengambilan t-shirt akan kami beritahukan dalam waktu dekat.

Bagi para pemenang, acara penyerahan hadiah akan dilakukan dua minggu setelah pengumuman. Tunggu kabar dari kami selanjutnya.

Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua dalam Indosat Short Movie Competition. Tunggu ISMC edisi berikutnya yang akan hadir dalam waktu dekat!

Salam,
Panitia ISMC

Mari kita peduli dan lestarikan lingkungan hidup kita!!

Wendy’s Info

www.laununakerinci.wordpress.com

E-mail: jejakmakna@gmail.com

AYO DUKUNG MEREKA

October 8th, 2008 by laununa

<!– –>

SINOPSIS DAN JADWAL TAYANG FILM EADC 2008

Tanah Terakhir (Rahmawati & Esti Asmalia - Pontianak)

Fresh                : Senin, 13 Oktober 2008 , 19.30 - 20.00
Re-run 1           : Selasa 14 Oktober 2008, 16.05 s/ 16.30
Re – run 2        : Senin 20 Oktober 2008, 11.05 s/ 11.30

Untuk mendukung Film Tanah Terakhirmenjadi Film Favorit Pemirsa kirim SMS ke 6876 dengan cara ketik EA(Spasi)Tanah.

Note : Hanya berlaku untuk pelanggan XL, Indosat, Telkomsel (Hadiah yang disediakan bagi pengirim sms adalah 3 juta untuk tiga orang)

Sinopsis

Di antara sembilan saudaranya, Anjol (45 tahun) adalah anak yang paling membangkang. Sang Ayah, Datuk Duli (95 tahun) adalah seorang Pemuka Adat Kampung Bahake yang masih menjunjung tinggi tradisi perladangan gilir-balik. Dari perladangan yang dilakoninya, Datuk Duli berhasil memiliki beberapa buah kebun. Konflik diantara mereka muncul ketika Anjol menjual kebun milik Datuk Duli tanpa ijin demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Selama tiga tahun, pohon di tiga sungai dan tiga bukit telah habis ditebang tanpa membuahkan hasil. Di sisi lain, masyarakat Kampung Bahake mengeluhkan pencemaran air sungai akibat pembukaan jalan perusahaan yang beroperasi sejak empat tahun terakhir.

Profil Tim

Rahmawati
Perempuan kelahiran Sandai 6 mei 1982 adalah Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Sejak duduk di bangku kuliah ia sudah tergabung dengan organisasi lingkungan. Dia menganggap bekerja dilembaga yang concern dengan kelestarian lingkungan bisa menyalurkan bakat jalan-jalannya. Saat ini dia bekerja pada Lembaga Penelitian Fauna and Flora International. Keberuntungan yang selama ini selalu menyertai dianggapnya berasal dari keluarga dan teman-temannya.

Esti Asmalia
Perempuan kelahiran Lampung 26 tahun silam ini adalah pecinta petualangan alam. Sejak duduk dibangku kuliah, lulusan Fakultas Kehutanan UGM yang hobi keluar masuk hutan ini aktif diberbagai organisasi. Terakhir ia bekerja untuk International Tropical Timber Organization, setelah sebelumnya sempat mengabdi pada beberapa LSM nasional dan internasional yang bergerak dibidang kehutanan.

Pulau Bangka Menangis (Rudi Harlan & Nursubah - Bangka Belitung)

Fresh                : Selasa, 14 Oktober 2008 , 19.30 - 20.00
Re-run 1           : Rabu 15 Oktober 2008, 16.05 s/ 16.30
Re – run 2        : Selasa 21 Oktober 2008, 11.05 s/ 11.30

Untuk mendukung Film Pulau Bangka Menangismenjadi Film Favorit Pemirsa kirim SMS ke 6876 dengan cara ketik EA(Spasi)Bangka

Note : Hanya berlaku untuk pelanggan XL, Indosat, Telkomsel (Hadiah yang disediakan bagi pengirim sms adalah 3 juta untuk tiga orang)

Sinopsis

Timah adalah denyut nadi perekonomian masyarakat Bangka Belitung sejak zaman Belanda hingga kini. Sejak tambang timah dibebaskan untuk masyarakat, alam Bangka menjadi rusak, dan mendatangkan ancaman bagi generasi mendatang. H. Yono, adalah mantan penambang di desa Sadai yang perduli dengan kelestarian alam dengan menanam sengon. Bagaimana perjuangan H.Yono dalam mengembangkan perkebunan sengon di Desa Sadai? Berhasilkah ia mengajak warga untuk mengikuti jejaknya? Berhasilkan ia mengajak Cik Ali, adik iparnya sendiri yang sejak awal tetap berkeras untuk menambang?

Profil Tim

RUDI HARLAN
Seorang laki-laki yang berusia 24 tahun anak pertama dari empat bersaudara, Putra Daerah Pulau Bangka Kota Pangkalpinang yang masih tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Program Studi  D-II Pendidikan Olah Raga, pada saat smester III tahun 2006 diterima mengajar di sebuah Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Depati Amir sebagai guru olah raga dan guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Pada tahun ajaran 2007 / 2008 berhasil membawa murid kelas VI SD Depati Amir untuk meraih peringkat satu nilai rata-rata kelas pada UAS BN pertama di Kota Pangkalpinang pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

NURSUBAH
Lahir di Pangkalpinang, Bangka Belitong, 19 November 1984. Menamatkan pendidikan terakhir jenjang S1 Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia Univ. Negeri Jakarta. Hobi menulis dan karyanya pernah dipublikasikan, antara lain: novel Bukan Akhwat Biasa terbit September 2006 oleh Puspa Swara, cerpen berjudul Mei menjadi Juara 1 LMCR Nasional Lip Ice-Selsun Golden Award oleh PT Rohto dan Garda Budaya Indonesia 2006, cerpen-cerpennya memenangkan berbagai perlombaan di tingkat universitas yaitu: Kado Istimewa buat Pencinta Sejati (Juara 2 LMC Garda Budaya Indonesia-UNJ), Gadis Pulau Semujur (Juara 1 LMC BEMJ BSI UNJ), dan Kidung Sunyi Sebuah Hati (Juara 1 LMCI LDK UNJ).Cerpen berjudul Gadis Terindak terbit dalam Antologi Cerpen Didaktika UNJ 2007. Cerpen berjudul Permintaan Murti menjadi Juara 2 dalam Sayembara Cerpen Nasional yang diselenggarakan oleh Femina tahun 2007. Cerpen berjudul Tuan, Tuhan! Dimuat di harian Bangka Pos Edisi Minggu, 6 April 2008.

Prahara Tsunami Bertabur Bakau (Emanuel Tome Hayon & Mikhael Yosviranto - Maumere)

Fresh                : Rabu, 15 Oktober 2008 , 19.30 - 20.00
Re-run 1           : Kamis 16 Oktober 2008, 16.05 s/ 16.30
Re – run 2        : Rabu 22 Oktober 2008, 11.05 s/ 11.30

Untuk mendukung Film Prahara Tsunami Bertabur Bakaumenjadi Film Favorit Pemirsa kirim SMS ke 6876 dengan cara ketik EA(Spasi)Bakau

Note : Hanya berlaku untuk pelanggan XL, Indosat, Telkomsel (Hadiah yang disediakan bagi pengirim sms adalah 3 juta untuk tiga orang)
Sinopsis
Bencana seringkali meninggalkan kesedihan dan trauma bagi setiap orang yang mengalaminya. Bagi seorang Baba Akong dan istrinya, bencana adalah sebuah kebangkitan bagi kecintaan pada lingkungan. Kemiskinan dan kesederhanaan tidak menghalangi niat mereka untuk menghijaukan lingkungan sekitar. Selama 16 tahun setelah tsunami 1992 di Flores, NTT, mereka berhasil menghijaukan pesisir pantai Ndete seluas 23 hektar. Bukan saja itu, Baba Akong juga meregenerasi kelompok usahanya menjadi 41 kelompok dan beranggotak 2000 orang.

Buah yang Menunggu Mati (Anom Bayu & Badrudin Kurniawan - Malang)

Fresh                : Kamis, 16 Oktober 2008 , 19.30 - 20.00
Re-run 1           : Jumat, 17 Oktober 2008, 16.05 s/ 16.30
Re – run 2        : Kamis 23 Oktober 2008, 11.05 s/ 11.30

Untuk mendukung Film Buah Yang Menunggu Matimenjadi Film Favorit Pemirsa kirim SMS ke 6876 dengan cara ketik EA(Spasi)Buah

Note : Hanya berlaku untuk pelanggan XL, Indosat, Telkomsel (Hadiah yang disediakan bagi pengirim sms adalah 3 juta untuk tiga orang)

Sinopsis
Selama lebih dari dua dekade lalu pertanian apel telah membawa kemakmuran bagi petani kota Batu, Jawa Timur. Hari ini kejayaan apel telah menjadi bagian dari sejarah kota kecil tersebut. Chamim, adalah seorang petani yang mencoba memulihkan tanah pertanian yang telah tercemari oleh bahan-bahan kimia. Usaha Chamim ternyata masih disangsikan oleh sebagian besar petani apel yang masih tergantung pada pupuk dan obat sintetis, salah satunya adalah Ibnu.

Profil Tim

Anom Bayu
”Sekali berarti sudah itu mati” merupakan ungkapan yang disukainya. Lahir pada 27 tahun yang lalu di Batu, sebuah kota kecil di Jawa Timur. Sebagian besar masa bertumbuhnya dihabiskan di kota kecil tersebut. Pada tahun 2006 menamatkan pendidikan di Universitas Brawijaya setelah hampir 7 tahun masa studi. Mimpinya saat ini masih sama dengan mimpi masa ”putih-abu-abu”nya yaitu menjadi penulis. Namun sebelum mimpinya terwujud, ternyata tangan nasib mengusungnya ke sebuah mimpi baru, MENJADI SUTRADARA DOKUMENTER!

Badrudin
Lelaki (rencananya wajib perjaka sampai tidur dengan istri pertama) kelahiran Jombang, Jawa Timur tanggal 29 April 1987. Jadi usianya 21 tahun. Bercita-cita jadi orang kaya (berkelebihan) supaya bisa banyak bersedekah. Tetapi masih bingung nantinya mau bekerja sebagai apa (jadi pengusaha atau pegawai negeri/swasta atau pembuat film dokumenter). Lelaki yang gemar menonton film dan suka menyewa film yang tidak terkenal. Suka film-film komedi, drama dan drama komedi. Tapi setelah ikut Eagle Award ini jadi suka film dokumenter juga. Lelaki yang sampai sekarang ini masih kuliah di Malang, di Universitas Brawijaya, Fakultas Ilmu Administrasi, Jurusan Ilmu Administrasi Publik (tanggal 14 September 2008, pukul 15:44 WIB).

Menjual Mimpi di Sambak (Luthfi Retno W. & Heru Nur Cahyo- Yogyakarta)

Fresh                : Jumat 17 Oktober 2008 , 19.30 - 20.00
Re-run 1           : Sabtu 18 Oktober 2008, 16.05 s/ 16.30
Re – run 2        : Jumat 24 Oktober 2008, 11.05 s/ 11.30

Untuk mendukung Film Menjual Mimpi di Sambakmenjadi Film Favorit Pemirsa kirim SMS ke 6876 dengan cara ketik EA(Spasi)Sambak

Note : Hanya berlaku untuk pelanggan XL, Indosat, Telkomsel

Sinopsis
Pada tahun 2002, Perhutani hendak menebang Hutan Negara yang ada di Desa Sambak. Sebagian besar masyarakat, dimotori oleh Herry Subrastawa, menolak dengan alasan uang dari penebangan kayu tidak sebanding dengan ongkos membuat hutan dengan kondisi yang sama.  Perhutani menangguhkan penebangan dan menyerahkan pengelolaan hutan kepada masyarakat. Penduduk Sambak kemudian memanfaatkan hutan untuk menanam pakan ternak dan menyadap pinus. Mereka kemudian menjadikan pengelolaan hutan sebagai wisata pendidikan dengan nama Agrowanawisata Cupumas.

Profil Tim

Lutfi Retno Wahyudyanti
Lahir di Sleman, 11 Maret 1983. Penyuka buku ini lulus dari Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Terakhir bekerja untuk CHF International, sebuah lembaga non profit yang bergerak di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi. Saat ini masih menulis untuk Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia.

Heru Nur Cahyo
Lelaki kelahiran Yogyakarta 22 mei 1983, yang sampai saat ini masih dalam tahap menyelesaikan studinya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, fakultas Seni Rupa Program Studi Desain Komunikasi Visual. Bekerja sebagai desainer grafis dalam sebuah perusahaan penerbitan di Yogyakarta. Mungkin karena nasib baik dan keberuntunganlah  yang membawanya sampai di tempat ini untuk mengikuti program pembuatan film dokumenter beasiswa Eagle Award yang diselenggarakan oleh Metro TV yang bekerja sama dengan In-Docs dengan tema “Hijau Indonesiaku“ angkatan ke empat sejak pertama kalinya diselenggarakan pada  tahun 2005.

Movie Making

August 22nd, 2008 by laununa

Movie Making Manual/Visual Effects

From Wikibooks, the open-content textbooks collection

This Module is part of the Movie Making Manual

Note that this page covers Visual Effects and not Special
Effects. SFX are things like pyrotechnics, rain and snow. Visual
Effects (VFX) are the optical tricks that are used, including
projection, green-screen, miniatures, etc…

Visual Effects have always existed; they somewhat pre-existed
Cinema. Cinema itself, based on the illusion of movement, is an Effect.
Every second of projection is an illusion of movement, a lie told by
the director to the audience, a mandatory preface that brings us to the
practical aspects of visual effects. It is not possible to ignore the
revolution in the field brought by the employment of digital software.
The digital tools today replace a lot of arts in the past based just on
human skills.

Contents

[hide]

//

[edit] Visual Effects are at the core of the moviemaking process.

If you cannot get a special effect in the camera, then you must
create the visual effect in post production. With major motion
pictures, each shot can cost thousands of dollars. But for low budget
filmmakers, there are cheaper alternatives.

Do you want to start doing amazing special effects with your small
DV Camcorder? Then you have at least two options: Matte Paintings and
Budget Green Screen Shooting.

[edit] Budget Green Screen Shooting

Green screen is one way of adding beautiful backgrounds to live
action shots. Probably the most extreme example of this is Robert
Rodrigues’ Shark Boy and Lava Girl. But even if you are shooting with only a DV camcorder, you can do inexpensive green screen shots.

One can cut the cost of the shot substantially by doing your green
screen shooting outdoors using a themonuclear device (the sun) which is
free (on sunny days). This means that all you have to hire is the green
screen itself - none of the finely calibrated even lighting that’s
normally so essential for the computer to get a good key on the other
end.

As an alternative to purchase or rental, one can manufacture a green
screen. Commercial lighting supply houses sell paints specially
manufactured for the purpose, but it is probably possible to get by
with an ordinary house paint chosen carefully to be "green enough" for
the computer to pull a key.

The most common difficulties with green-screen are:

  • getting even lighting on the screen.
  • getting the lighting on the foreground to match the lighting of the (separately shot) background.

By shooting outside, with a diffusion frame hung over the shot you
will get naturally even sun-light all over the screen and actor. This
will also match the daylight conditions of the background that later
replaces the green. If your intended background is not going to be
normal daylight, or if you get a lot of cloud movement, this may not
work for you.

Make sure your foreground actor is a good distance from the screen,
so you don’t get even a hint of green light reflected back onto
him/her, as this will create problems later - but with your light
source being the sun (overhead), you’re less likely to get green spill
than if the lights were hitting the screen from the front, as they
probably would in a studio.

[edit] Front Projection

Front Projection (often abbreviated FP) is a technique which can
achieve the same result as green screen, but "in camera," that is to
say, the composition of subject and background is complete as the
combined image is acquired by the camera.

The technique uses a beamsplitter located in front of the camera in
such a way as to completely fill the camera’s field of view, and
oriented at a precise 45 degrees to the camera’s shooting axis. (This
rotation from the normal may be left-right or up-down.) The other
components to the system are a transparency projector (still or motion
picture), and a special retro-reflective lenticular screen positioned
behind the action.

A beamsplitter acts as both mirror and window, reflecting a portion
of the incident light, and reflecting another portion. Beamsplitters
are chosen for a specific application based on the ratio of reflectance
to transmission. Common types are 50R/50T (50% reflectance, 50%
transmission) and 70R/30T.

The beamsplitters used in Front Projection cinematography are of the
plate type, simply a piece of plate glass with a special coating on one
side designed to reduce the amount of light absorbed by the
beamsplitter, and consequently neither reflected nor transmitted. The
coated side faces the action, and is referred to as the "front"
surface. The purpose of this coating is to reduce the loss of light due
to absorption by the beamsplitter, which serves only to heat the glass.

A retroreflective screen is set behind the actors and other set
pieces. This screen is not just a typical diffusive projection screen,
which disperses light evenly so that a large audience composed of
people sitting at many different angles to the screen sees a uniformly
bright image. Instead, the retroreflective screen tends to send light
right back where it came from.

The classic material for retroreflective FP screens is a made by 3M,
and sold under the trademarked name of "Scotchlite". Scotchlite is used
in signmaking and conspicuity applications (nighttime motor vehicle
safety visibility). It is available from commercial signmaking supply
houses.

Retroreflection in Scotchlite is achieved using millions of
microscopic glass beads suspended in a transparent substrate bound to
opaque vinyl sheeting. It is available in rolls of up to four feet in
width.

While constructing the large (40 feet by 100 feet) screen of Scotchlite for the film 2001: A Space Odyssey,
director Stanley Kubrick and special effects supervisor Tom Howard
initially laid strips of Scotchlite side by side, but found that
variations in manufacturing made the seams between adjacent strips
glaringly obvious in the final product. Their solution involved tearing
the Scotchlite into irregular overlapping pieces, minimizing the
occurrence of variations of retroreflectivity large and regular enough
to be discernable to the audience. Still, as Martin Hart has observed,
careful examination of the FP scenes of 2001 reveal flaws introduced by variations in retroreflectivity between adjacent random patches.

A more sophisticated solution was presented in an SMTPE paper: a
review of this paper will be presented in a near future version of this
article.

Having discussed the nature of the physical components used in Front
Projection, we turn to the preparation and arrangement of these
components in a working FP system.

A still or motion picture transparency projector containing the
desired background image, or "matte," is placed so that the projection
axis is perpendicular to the camera’s shooting axis, meeting at the
place where the camera’s shooting axis touches the front surface of the
beamsplitter. (Thus the beamsplitter’s orientation is 45 degrees to
both camera and projector.)

When the projector is operating, the background matte is projected
onto the front surface of the beamsplitter. A portion of the image is
transmitted through the beamsplitter. In ordinary applications, the
transmitted part of the image is absorbed by a black surface on the
side of the beamsplitter opposite the projector, to avoid stray
reflections.

The portion of the image which is not transmitted or absorbed by the
beamsplitter is reflected through an angle of 90 degrees, and
consequently projected over the action along the camera’s shooting
axis, falling onto both foreground actors and objects as well as the
retroreflective screen behind them.

Retroreflective materials tend to reflect light back along the path
of incidence. In FP work, the background plate image is retroreflected,
back toward the beamsplitter. Part of the retroreflected background
image is again lost, as it is either absorbed by the beamsplitter or
reflected back into the projection lens. The remainder enters the
camera where it is photographed along with the action.

The only portion of the image not accounted for in the foregoing
discussion is that part of the projected background matte which falls
on the actors or other foreground subjects. Foreground lighting,
combined with the extreme deficit in retroreflectivity of the
foreground subjects in comparison to the special screen, mean that the
part of the projected image which falls on the actors is so dim as to
not be detectable in-camera.

Precise alignment of system components is required to make sure that
foreground objects perfectly cover their own shadows, cast by the
projector on the screen. This rules panning and tilting, except in the
special case where the camera is mounted so that either panning,
tilting, or both occurs around the rear nodal point of the camera lens:
so called "nodal pans" and "nodal tilts." In addition, the beamsplitter
must be large enough, and the camera close enough, so that the camera
does not take the edge of the beamsplitter into view.

Examples of nodal pan-and-tilt camera work in the context of FP can be seen in the "Dawn of Man" sequence in the film 2001: A Space Odyssey (1968), particularly the watering hole scenes. (The front projection effects on 2001 were executed by Stanley Kubrick with assistance from Tom Howard.)

A change of focal length (zoom) does not present the same difficulty
as do panning or tilting. The camera can zoom in or out as long as the
edges of the beamsplitter (or of the projected matte image) are not in
view at the widest point of the zoom. In 2001, Kubrick also
used large set pieces at either end of some FP shots in such a way as
to hide the edges of his already-gigantic retroreflective screen.

In fact, a special and inventive application of zooming was used by
Zoran Perisic, who worked as a rostrum or animation stand cameraman on 2001, to enhance the FP process for the film Superman: The Movie
(1978). Electronically controlled motorized zoom lenses are placed on
both camera and projector, and synchronized with one another so that
both lenses zoom together and at the same focal length at all times.
This means that the background image will not change its apparent size
when the camera zooms in, as the projector simultaneously projects a
reduced image. In Persic’s phrase, the projector zooms and the camera
zooms to "embrace" the smaller image. However, the zoom causes
foreground objects to appear to rush toward or away from the camera.
The combination of the "static" background and the "moving" foreground
enabled the visually effective flying scenes which helped to make the
film a success.

To enhance this effect still further, the use of FP in Superman
introduced two other innovations: use of travelling mattes (using a
motion picture projector instead of a still transparency projector, in
order to project a moving background); and the mounting of the entire
front projection rig (camera, projector, and beamsplitter) on a large
motion-controlled robotic-arm with six degrees of freedom, and using a
massive curved screen.

As in the use of travelling mattes in rear projection process
photography, the projector’s shutter must be synchronized with the
camera’s using mechanical or electronic means, in order to avoid
background flicker.

The motion-controlled front-projection mount was a masterpiece of
engineering for 1978, and used an early microprocessor for control.
Every aspect of the rig’s operation and motion could be recorded to
computer tape for later automatic playback, causing the rig to move and
operate exactly as trained.

[edit] Matte Paintings

The oldest and probably the most underrated visual effect is matte
paintings. We see these all the time but because they look so natural,
we don’t notice.

Originally, matte paintings was done on glass that stood directly in
front of the camera. To do matte painting, a partial set is created
which is only as big as the actors and only extends to where the actors
will perform. The rest of the movie set is empty space (or something
that you don’t want to be seen in the movie.) Except for a tiny spot of
the glass which is clear, the rest of the movie set is painting on the
glass. This allows you to add more scenery buildings as paintings. As
long as the actors can be seen through the clear space of the glass,
you cannot tell that the actors are not apart of the painted movie set.

Today, matte paintings are done with both paint and with CG
(computer generated visual effects). Rather than filmed through glass,
the actors are filmed normally and later composited into the matte
painting. Therefore, now the distiction between matte paintings and
computer generated visual effects is blurred. If the actors are filmed
on a partial movie set (without any green screen, etc.) then the effect
is a matte painting… even if you use computer generated effects to
get the effect.

[edit] 3D Animation for Visual Effects

When you start looking at the possibility of using 3D computer
generated effects, you need understand the different types of 3D
animation.

1. General Purpose Animation
Programs such as Blender, LightWave, Maya, and 3D Studio Max are
general purpose animation programs. They are very powerful, expensive,
have steep learning curves and are used on most high end effects movies.
2. Special Purpose Animation Programs
Program such as Vue, Bryce, Poser, and DAZ Studio are designed for
a specific purpose. Vue and Bryce are designed to create realistic
scenery from nature. Poser and DAZ Studio are designed to work with
special computer models called Poser figures or Digital Puppets. Some of these programs are even free such as DAZ Studio, Blender and Bryce.
3. Special software Plug-ins
Software modules such as Character Studio work inside of a general
purpose animation program to create a special kind of animation similar
to a Special Purpose Animation Program. LightWave, Maya, and 3D Studio
Max can be greatly expanded through the use of plug-in modules.
4. Support Programs
Programs that add in the animation but do not actually do any
rendering can be extremely useful when you have a general purpose
animation program which would be more awkward to use for a special
task. These expand the power of LightWave, Maya, and 3D Studio Max
without making these programs too cumbersome.

[edit] 3D Modeling

All elements in 3D animation must be modeled. Programs such as
LightWave, Maya, and 3D Studio Max come with a modeler module built in.
Programs such as Vue, Bryce, Poser, and DAZ Studio do not but in the
case of Poser and DAZ Studio, you can buy hundreds of figures designed
for these programs.

[edit] 3D Animation

Animation is done in three parts, the modeling, the actual animation and the rendering. The actual animation can be:

1. Keyframe animation
Each movement is entered into the computer system by noteing the
position of objects at specific frames or points in time. The movement
between these key points is then calculated by the animation program
based on rules set up by the animator (straight line, curved, etc.)
2. Programmed animation
For a flock of birds, rather than record the position and movement
of each bird, a computer program calculates where all the birds go and
how they move.

[edit] Compositing

Compositing is the process of combining various elements, such as 3D
imagery, live action film footage and still imagery, to create a
finished shot. All visual effects that include live actors will require
compositing. As mentioned above, matte paintings are no longer painted
onto glass. Rather the live action is composited with matte paintings
using a compositing program such as Adobe After Effects or Apple’s
Shake.

Software Compositing Applications

  • Apple Shake
  • Adobe After Effects
  • Autodesk Combustion
  • D2 Software Nuke
  • Eyeon Digital Fusion
  • Jahshaka

Software & Hardware Compositing Systems

  • Autodesk Inferno
  • Autodesk Flame
  • Autodesk Flint

All compositing applications provide the same basic tools and there
is no hard and fast rule regarding which applications are for film and
which applications are for commercials. For example, while After
Effects has been used on such films as "The Aviator" it is also very
widely used for broadcast and title design. Some applications do,
however, come with specific tools which may prove advantageous
depending on the task at hand.

The primary difference between software based compositing
applications and the combined software and hardware solutions is that
the large Autodesk systems are significantly more expensive but provide
near real-time performance at film or HD resolutions.

Compositing applications typically follow two different working paradigms.

  • Layer Based
  • Node Based

Layer based compositing applications may seem more easily
approachable to the novice or beginner compositor especially those who
have worked with still footage in Photoshop or The Gimp. While layer
based applications can provide the same results as node based
applications, node based applications are far easier to composite with
when dealing with numerous elements and multiple 3D render passes.
While daunting at first, node based systems may provide the compositor
with greater control over the shot and easier problem solving. Even a
beginning artist may benefit from learning a node based package in that
she will gain a deep understanding of the exact operations which are
taking place in order to create the effect.

[edit] 8-Bit Graphics

Every pixel of an image used in a composite is composed of four
color channels: Red, Green, Blue and Alpha. Each channel has an 8-Bit
color depth resulting in a 32-Bit image. Higher color depths include
16-Bit per channel and 32-Bit per channel (float). These higher color
depths allow for smoother display of color variation, for example, in
gradients.

[edit] Rotoscoping

Rotoscoping, or masking, is the basis of compositing. It is the
process of drawing a mask around an element in a frame or sequence of
frames. The resulting image is a combination of the Red, Green and Blue
color channels in addition to an Alpha channel which defines
transparency.

[edit] Tracking

Tracking is the process of matching a foreground-element’s motion to
that of the background. Basically you pick a decent (i.e. defined,
unique, contrasty) point on your background and tell the computer to
follow that point. What you get is the motion-path of your point, which
you can then apply to your foreground.

Tracking is divided into two categories:
2D Tracking:
Described above… (most times referred to only as "tracking", almost all compositing applications support it)
3D Tracking:
3D Tracking attempts to "solve" or derive spatial relationships between
points you tracked in 2D space and approximate the distance and
parallax between these points in 3D space through the use of complex
photogrammetry algorithms. The end result is an approximation of the
motion of the camera used to film the scene that can be exported to a
3D application or 2D application to aid in the process of matchmoving.
Shots which track most effectively tend to be those with a constant
camera path and a significant amount of parallax.
Many compositing applications can handle 3D tracking data with varying degrees of proficiency.

7 Prinsip Manajemen Waktu yang Kreatif

August 10th, 2008 by laununa

7
  Prinsip Manajemen Waktu yang Kreatif

 

1. Selalulah aktif, bukan reaktif
  Buatlah keputusan-keputusan aktif tentang bagaimana Anda
  menghabiskan waktu Anda daripada reaktif terhadap setiap tuntutan
  yang Anda temui. Tentukan apa saja yang penting bagi Anda, dan
  katakan "tidak" terhadap segala sesuatu yang bertentangan.

 

2. Tentukan sasaran
  Dengan menentukan sasaran, Anda tahu tujuan Anda. Tanpa sasaran,
  Anda akan kehilangan arah dan bereaksi terhadap kesempatan2 dan
  persoalan2 yang tidak pasti, dengan pandangan sempit atas akibat
  yang mungkin timbul dalam kehidupan pribadi dan profesional Anda.

 

3.Tentukan prioritas dalam tindakan Anda
  Begitu Anda telah menentukan sasaran, Anda perlu menentukan
  prioritas tindakan guna mencapai sasaran2 itu. Kunci dalam
  menentukan prioritas adalah dengan mengidentifikasikan apa yang
  penting dari aktivitas Anda secara tepat dan menentukannya sebagai
  prioritas.

 

4. Pertahankan fokus Anda
  Maksimalkan produktivitas Anda dengan berkonsentrasi pada satu
  proyek yang utama satu per satu. Setelah menentukan sasaran dan
  prioritas tindakan Anda, pantaulah perkembangannya hingga proyek
  itu selesai. Apa pun yang Anda lakukan, lakukanlah dengan seluruh
  kemampuan Anda.
 
  5. Ciptakan tenggat waktu yang realistis

  Tenggat waktu yang realistis dapat membantu Anda tetap fokus pada
  sasaran jangka panjang dan terutapa pada prioritas jangka pendek.
 
  6.Lakukan sekarang (DO IT NOW)

  D = Divide. Bagi menjadi tugas yang lebih kecil.
  O = Organize. Aturlah bagaimana melakukannya.
  I = Ignore. Abaikan gangguan yang mengalihkan perhatian.
  T = Take. Ambil kesempatan mengetahui bagaimana melakukannya
  sendiri.
  N = Now. Sekarang.
  O = Opportunity . Ambil keuntungan dari
  kesempatan yang
  menguntungkan Anda.
  W = Watch out. Waspada pada pemborosan waktu.

 

7. Seimbangkan hidup Anda.
  Untuk menerapkan prinsip2 manajemen waktu yang kreatif ini tidak
  hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam gergaul dan beraktivitas
  mengisi waktu luang. Jadi seimbangkanlah hidup Anda seperti
  menciptakan waktu bagi diri sendiri, sahabat, saudara, dan yang
  lainnya.

Kikislah Rasa Benci Pada Orang Lain Tuk Dapatkan Kedamaian Hati

August 10th, 2008 by laununa

Kikislah Rasa Benci Pada Orang Lain
Tuk Dapatkan Kedamaian Hati

Siapapun
diantara kita tentulah ingin merasakan kedamaian hati, bukan!

Sebenarnya
untuk memperoleh kedamaian hati yang kita dambakan adalah

cukup
sederhana. Dengan mengikis rasa benci kepada oranglah lah sebagai


alat
pengasah yang ampuh membuat kerasnya bebatuan  hati menjadi pualam


bersinar.
Mengapa kita begitu sulit mengasah bebatuan besar yang bersemayam


hati
?

Singkat
saja jawabannya, karena kita masih banyak yang terjebak untuk

terus
mengingat kepada siapa kebencian tersebut kita arahkan. Dengan

demikian,
bagaimana mungkin kita berusaha membuang mengikis gumpalan-

gumpalan
rasa benci dalam diri tetapi di sisi lain kita ingatan akan orang yang


kita
benci masih begitu membatu menelungkupi hati kita. Kebencian sendiripun


tidak
memiliki kekuatan sampai ia menemukan sasaran kemana kebencian men-


dapatkan
tempat untuk berlabuh. Jadi tak salah saya mengungkapkan pepatah,


tiada
api yang  membesar bila tak ada kayu / dedaunan kecil yang menyertai


kehadirannya.

Kebencian
akan memperkecil ruang kedamaian dalam lubuk hati. Kebencian

menghitamkan
warna asli darah kita yang secara sadar menghanguskan

binar-binar
keceriaan wajah. Cobalah untuk membuat jarak antara diri kita,

orang
lain sebagai obyek kebencian dan tentunya rasa kebencian itu sendiri.


Kita
memiliki kekuatan penuh atas diri kita sendiri, pilihan untuk benci


atau
tidak, menjadikan orang lain sebagai obyek kebencian atau tidak,

membiarkan
kebencian akan semakin mengakar di kedalaman hati, membiarkan

jiwa
diliputi keresahan yang tak berkesudahan akibat obyek kebencian tak


hilang
dari pikiran atau… apapun seratus persen pilihan adalah mutlak kita


yang
menentukan.

Siramlah
api kebencian dalam diri sebelum menjadi besar dan berujung dengan


penyesalan
yang tak ingin kita terima. Kebencian tak perlu kita lawan ataupun


kita
perangi, cukuplah ia dipahami saja hingga kita akan pergi berlalu dengan


dengan
sendirinya. Karena memang kebencian hanya akan menghanguskan

aliran
darah di tubuh kita hingga menjadi pekat warnanya dan mempersempit


jalan
pikiran positif menelusuri rongga-rongga pikiran di kepala. Membiarkan


kebencian
dalam dekapan atau mengikhlasnya pergi, itu sebuah pilihan kita,

bukan!


Memancing Kreativitas dan mengenal dunia gitar klasik

July 17th, 2008 by laununa

Memancing Kreativitas

Berapa
kali Anda merasa otak tiba-tiba kosong dan tidak tahu harus

melakukan
apa, yang sialnya selalu terjadi saat Anda dikejar deadline

laporan
yang harus diberikan pada atasan? Bukan hanya itu, Anda tidak

bisa
menulis apa-apa karena tidak ada bayangan apa yang harus ditulis,


sehingga
hanya mampu menatap kertas kosong dengan perasaan tak berdaya.

Ups,
jangan panik dulu. Ini kukan pertanda Anda mulai pikun (dan percaya


deh,
Anda tidak mengidap penyakit Alzheimer yang menyerang secara

mendadak).
Bisa jadi, hal ini disebabkan karena Anda harus mulai

menyesuaikan
diri dengan keadaan baru tersebut.

Jadi
bagi Anda yang mungkin saat ini sedang pusing karena terlalu sibuk,


istirahat
dulu sebentar dan simak artikel berikut. Siapa tahu akan

membantu.

1. Lakukan pada waktu yang tepat

Kebanyakan
orang yang telah berumur berpikir lebih jernih pada

pagi
hari; sedangkan mereka yang lebih muda, pada siang hari. Temukan

kapan
waktu Anda yang tepat, dan selesaikan masalah-masalah yang

memerlukan
pemikiran di waktu-waktu tersebut.

2. Pendidikan tinggi - namun jangan terlalu berlebihan

Pendidikan
sekolah memiliki pengaruh besar dalam memupuk

kreativitas
seseorang terutama pada masa-masa akhir kuliah, namun

pengaruh
tersebut mulai menurun setelah lulus. Pendidikan memang sangat

penting,
namun hal itu tidak menjamin kesuksesan Anda di bidang tersebut

(alias
banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan) .

3. Mengikuti nasehat Konfusius

salah
satu petunjuk mengingat yang selalu digunakan oleh para

ahli
yang melakukan penelitian tentang ingatan : Supaya tidak lupa bila


ada
hal penting, tulis di secarik kertas. Sebagaimana kata pepatah Cina,


tulisan
yang tintanya tidak jelas bertahan lebih lama daripada ingatan

paling
kuat sekalipun.

4. Tampil bersemangat dengan doping

Penelitian
menunjukkan kadar kafein dalam secangkir kopi dapat

membantu
kita berkonsentrasi terhadap sesuatu hal dengan lebih baik.

Namun
bagi Anda yang rentan atau mudah terkena depresi, sebaiknya

jauhkan
diri dari sentuhan kopi karena akan berakibat buruk bagi sel-sel

otak.

5. Hubungkan hal baru dengan yang lama

Dengan
menghubungkan informasi atau hal-hal baru dengan apa yang

telah
Anda ketahui, percaya deh, akan lebih mudah untuk mengingatnya

kembali.

6. Berlatih terus

Belajar
dan melatih kemampuan yang baru didapat dengan

berulang-ulang
akan mengubah organisasi internal otak, yang pada

akhirnya
akan sangat membantu dalam melakukan proses mengingat. Jadi

kuncinya
adalah berlatih, berlatih, dan berlatih.

7. Beri kesempatan pada ide-ide baru

Kebanyakan
dari kita memperoleh kelebihan kemampuan yang dengan

cepat
menyaring fakta yang ada dan dengan cepat pula memutuskan

"ya-atau-tidak" .
Kreativitas memerlukan lebih banyak waktu senggang atau

pendekatan
yang lebih santai - yaitu dengan memberikan ruang bagi

ide-ide
gila Anda.

8. Pilih profesi yang menghadirkan tantangan bagi otak dan
pasangan

yang cerdas

Orang-orang
yang berkarir di bidang yang memerlukan tingkat

konsentrasi
atau penggunaan intelegensi tinggi besar kemungkinannya

untuk
dapat mempertahankan kognisinya di level tertinggi. Selain itu,

menikahi
seseorang yang pintar juga dapat membantu Anda untuk terus

mendapat
stimulasi tingkat tinggi.

9. Jangan ragu untuk mengetahui hal-hal baru

Kreativitas
kerap diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk

mengadaptasikan
satu cara penyelesaian masalah ke masalah lain yang

berbeda.
Banyak sekali contoh kreativitas manusia yang bermula dari

hal-hal
kecil (namun menjadi besar), misalnya ide membuat pin untuk

membuka
kaleng minuman ringan yang berasal dari cara seseorang membuka

kulit
pisang.

10. Belajar dari pengalaman Da Vinci

Seperti
halnya Da Vinci yang terkenal dengan ide-ide

revolusionernya
(dan membuatnya dijuluki sebagai pelopor jaman

rennaisance) ,
tidak ada salahnya melakukan hal-hal yang tidak

berhubungan
dengan pekerjaan, yang tujuannya adalah untuk merangsang

stimulasi
otak. Beberapa diantaranya misalnya melakukan juggling bola

atau
menulis dengan tangan kiri (atau kanan bagi Anda yang kidal).

11. Perhatian

Pernah
mengalami lupa nama seseorang beberapa saat setelah Anda

bertemu
atau berkenalan dengannya? Masalahnya bukan pada ingatan Anda,

namun
lebih ke arah konsentrasi yang tercurah saat itu. Dengan

bertambahnya
umur, kita harus lebih sering mengulang-ulang informasi

yang
baru didapat supaya masuk ke pusat penyimpanan data yang terletak


di
dalam otak kita.

12. Mendengarkan musik klasik

Seorang
psiolog eksperimental menemukan sebuah bukti yang

mendukung
adanya "Efek Mozart" - otak yang terekspos (dalam hal ini


mendengarkan)
musik klasik (contohnya Mozart) akan dirangsang sedemikian

rupa
sehingga informasi yang kita peroleh dapat masuk lebih cepat ke

dalam
otak.

13. Menjaga kebugaran badan

Banyak
yang percaya bahwa dengan berolah raga, maka kemampuan

berpikir/mengingat
juga akan semakin menguat. Hal ini disebabkan oleh

meningkatnya
kadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan ke dalam otak,

sehingga
merangsang sel-sel otak untuk tumbuh lebih pesat. Meski

penelitian
belum membuktikan pandangan ini akurat, rasanya tidak ada

salahnya
kalau dicoba.

14. Mencoba sesuatu yang baru

Dalam
sebuah studi yang membandingkan orang-orang yang mudah

mengalami
burnout dengan mereka yang dapat mempertahankan

kreativitasnya,
diketahui bahwa kelompok yang terakhir dapat

mempertahankan
penampilannya karena terus berusaha menambah

pengetahuannya.
Jadi, siapa bilang membaca itu tidak penting?

15. Hindari hal-hal yang bisa membuat Anda tidak fokus

Saat
berada dalam situasi chaos atau berisik di mana banyak

hal-hal
di sekitar yang mampu mengganggu konsentrasi. Seandainya harus

mengerjakan
sesuatu yang penting, akan lebih baik bila Anda mampu

menjauh
dari lingkungan tersebut, misalnya dengan menyendiri di tempat

sepi
supaya lebih berkonsentrasi.

Satu hal
lagi yang tidak boleh dilupakan adalah untuk tetap mengobarkan
semangat (rasa cinta) Anda terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan!
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan seorang psikolog Belanda terhadap
master dan grandmaster catur menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan
tingkat kecerdasan diantara mereka. Satu-satunya yang membedakan adalah
: para grandmaster menyukai dan menghayati permainan catur. Ini
menunjukkan bahwa semangat seseorang adalah pemicu yang paling baik bagi
kreativitas. Coba saja kalau tidak percaya! (unknown)
.

mengenal dunia gitar klasik

oleh: Andre Indrawan
    Gitar adalah alat musik yang paling terkenal di seluruh dunia. Alat
musik ini dimainkan dengan cara yang berbeda-beda menurut tipe atau
jenisnya. Di antara sekian banyak tipe gitar, jenis gitar klasik adalah
salah satu alat musik yang digunakan terutama untuk membawakan
karya-karya solo musik klasik. Klik Disini.
Untuk memperoleh deskripsi umum tentang gitar klasik marilah kita simak
sejarah, konstruksi, teknik permainan, sistem pendidikan, dan
pemain-pemainnya…

 

 

Sejarah singkat

Kata ‘gitar’ atau guitar dalam bahasa
kebumen, pada mulanya diambil dari nama alat musik petik kuno di
wilayah Persia pada kira-kira tahun 1500 SM yang dikenal sebagai citar
atau sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang menjadi berbagai macam
model gitar kuno yang dikenal dengan istilah umum tanbur. Pada tahun
300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa Yunani dan enam abad
kemudian oleh bangsa Romawi (Bellow, 1970:54-55). Pada tahun 476M alat
musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke Spanyol dan bertransformasi
menjadi: (1) guitarra Morisca yang berfungsi sebagai pembawa melodi,
dan (2) Guitarra Latina untuk memainkan akor. Tiga abad kemudian bangsa
Arab membawa semacam gitar gambus dengan sebutan al ud ke Spanyol
(Summerfield, 1982:12). Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan kedua
model gitar dari Romawi tersebut, bangsa Spanyol kemudian membuat alat
musiknya sendiri yang disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela
menjadi populer di Spanyol sementara alat-alat musik pendahulunya
sedikit demi sedikit ditinggalkan. Walaupun demikian al ud dibawa orang
ke negara-negara Eropa Barat dan menyaingi popularitas vihuela di
Spanyol. Di Eropa al ud disambut dengan baik dan berkembang menjadi
berbagai model lute Eropa hingga kira-kira akhir abad ke-17. Sementara
itu vihuela berkembang terus menjadi berbagai macam gitar selama
berabad-abad hingga akhirnya menjadi gitar klasik yang digunakan pada
saat ini.
Konstruksi Gitar Klasik

Bagian-bagian gitar
Tubuh gitar klasik terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, leher
dan badan. Pada bagian kepala terdapat mesin penala dawai. Dawai gitar
yang berjumlah enam utas masing-masing diikatkan pada enam buah pasak
yang merupakan bagian dari mesin penala. Bagian leher terdapat di
antara kepala dan badan. Bagian muka leher yang masuk hingga kira-kira
seperempat papan muka dari badan gitar, merupakan papan jari yang
memiliki 19 pembatas dari logam yang dikenal dengan sebutan fret.
Fungsinya adalah untuk memproduksi tingkat ketinggian nada yang berbeda
dengan jalan menempatkan jari-jari pada ruang-ruang di antara
logam-logam fret. Bagian badan gitar berfungsi sebagai tabung resonator
untuk memperbesar bunyi yang dihasilkan oleh getaran dawai. Papan muka
pada badan gitar yang bahan kayunya lebih tipis dibanding papan
belakang dan samping, disebut juga sebagai papan suara. Pada papan
suara terdapat lobang suara untuk mengeluarkan hasil produksi bunyi.
Pada dasarnya bunyi gitar dihasilkan oleh getaran dawai-dawai yang
terentang di antara batang penyanggah dawai yang merupakan pembatas
antara kepala dan leher (disebut nut) dengan gading pembatas (disebut
bridge) pada pangkal pengikat dawai di atas papan suara (disebut base).

Teknik Umum Permainan Gitar

Teknik umum yang digunakan dalam
membawakan gitar klasik meliputi cara memegang dan cara memainkan.
Gitar dipegang dengan pertolongan footstool, yaitu alat penyanggah kaki
yang dapat diatur tingkat ketinggiannya. Dalam keadaan duduk di atas
kursi tanpa lengan, kaki kiri menginjak footstool sementara gitar
diletakkan di atas paha kiri. Dalam posisi ini, di samping bagian atas
paha kiri, ada tiga tempat lain pada tubuh pemain yang menahan
kemantapan posisi gitar:
(1) bagian dada,
(2) titik tumpuan lengan kanan di antara pergelangan dan sikut, dan
(3) bagian dalam paha kanan.

Dalam kurun waktu sekitar lima tahun
terakhir telah diproduksi berbagai alat lain sebagai alternatif dari
footstool seperti misalnya guitar rest oleh Wolf Orchestral
Accessories, dan A Frame™ oleh Sageworks – keduanya buatan kebumen.
Dengan peralatan baru semacam ini kaki kiri dapat tetap menginjak
lantai sehingga pemain merasa lebih rileks dan berkonsentrasi terhadap
musik yang sedang dibawakan.

Apoyando
Dawai-dawai gitar dipetik oleh jari-jari tangan kanan dengan dua cara.
Yang pertama disebut apoyando (diambil dari bahasa Spanyol) yang
dilakukan dengan petikan jari yang gerakannya berhenti ketika menyentuh
dawai berikutnya di atas dawai yang sedang dipetik. Teknik ini akan
memproduksi sebuah nada tunggal yang berat atau mantap sehingga
penggunaannya yang lebih tepat untuk membawakan melodi. Teknik yang
kedua disebut al ayre yang diterapkan dengan cara menghindari dawai
berikutnya di atas dawai yang dipetik. Petikan ini menghasilkan suara
yang ringan dan memungkinkan jari-jari untuk membunyikan beberapa nada
secara simultan. Dengan demikian petikan al ayre lebih sering digunakan
untuk membawakan bagian-bagian akor (chordal passages) dan arpeggio
(broken chord).

Tingkat ketinggian nada (pitch)
diproduksi dengan dua cara dan kombinasi di antara keduanya. Cara
pertama adalah sebagaimana telah disinggung dalam pembahasan tentang
fingerboard dimuka, ketinggian nada-nada dihasilkan dengan cara
menempatkan jari-jari kiri pada petak-petak fingerboard dengan gerakan
horizontal. Cara kedua adalah dengan petikan jari-jari tangan kanan
yang melintasi keenam dawai secara vertikal. Dawai gitar teratas
memiliki tingkat ketinggian nada yang paling rendah, demikian secara
berurutan ke bawah memiliki tingkat ketinggian yang lebih tinggi.
Dengan demikian, pada cara pertama tingkat ketinggan nada diproduksi
dengan gerakan ke kiri untuk memperoleh nada-nada rendah dan ke kekanan
untuk nada-nada atas. Sedangkan pada cara yang kedua gerakan jari
keatas untuk menghasilkan nada-nada yang rendah dan ke bawah untuk
menghasilkan nada-nada yang tinggi.

Sistem Tingkat Ketrampilan Gitar Klasik

Hingga saat ini dalam pendidikan musik
terdapat berbagai sistem tingkat ketrampilan gitar klasik (grading
system) dengan konsep yang kurang lebih sama secara umum di seluruh
dunia. Di antara perbedaan-perbedaan yang ada biasanya terjadi pada
penggunaan repertoar untuk tingkat-tingkat tertentu. Pada saat ini
grading sistem diterapkan secara murni oleh badan-badan penguji musik
internasional, misalnya Yamaha Music Foundation (Jepang), Australian
Music Examination Board (AMEB), Associated Boards of School of Music
(Inggris) dan Trinity College (Inggris). Walaupun demikian sistem
tingkat ketrampilan tersebut diterapkan secara berbeda di perguruan
tinggi tergantung dari program studi yang diambil.

Secara umum tingkat-tingkat ketrampilan
untuk gitar (demikian pula untuk alat musik lain) dapat dipisahkan ke
dalam tiga kelommpok yaitu tingkat bawah (lower), tingkat atas
(higher), dan tingkat diploma. Untuk pemula ditempatkan pada
istilah-istilah tingkat yang berbeda seperti tingkat preliminary
(AMEB), Initial (Trinity), dan fundamental (Yamaha). Tingkat
ketrampilan bawah umumnya mulai dari grade 1 hingga 4 yang kemudian
dilanjutkan pada tingkat ketrampilan atas dari grade 5 hingga 8.
Tingkat diploma tersusun secara bervariasi, misalnya, AMEB menyediakan
tiga tingkatan diploma sementara Performance Certificate yang
disediakan Trinity Collge kira-kira setingkat dengan diploma pertama
AMEB.

Musik Gitar

Musik solo untuk gitar klasik secara
teknis dapat dibedakan kepada dua jenis komposisi asli untuk gitar dan
hasil adaptasi dari alat musik lain. Hingga saat ini ada dua macam
komposisi untuk gitar, yang pertama ialah yang ditulis oleh komponis
gitar dan yang kedua oleh komponis non-gitar. Walaupun umumnya para
komponis gitar pada paruh kdua abad ke-19 adalah juga gitaris yang
handal, sejak permulaan abad ke-20 banyak komponis umum (non-gitar)
tertarik untuk menulis komposisi asli untuk gitar. Sebagai contoh
komposisi asli yang ditulis oleh komponis gitar misalnya karya-karya
dari Fernando Sor, Francisco Tarrega. Sedangkan yang ditulis oleh
komponis non-gitar misalnya dari Frederico Torroba, Joaquin Rodrigo,
dan Manuel de Falla.

Dalam rangka memperkaya repertoar para
gitaris telah banyak melakukan upaya penulisan transkripsi untuk gitar
dari instrumn-instrumen lain. Francisco Tarrega (1852-1909) diyakinin
sebagai gitaris dan juga komponis pertama dalam upaya ini. Sebagai
hasilnya berbagai karya besar yang pernah ditulis pada masa itu dan
masa-masa sebelumnya seperti dari komponis J.S.Bach, Mozart dan
Beethoven, sejak saat itu menjadi bagian dari repertoar gitar.

Pemain-pemain Gitar Klasik Terpenting

Andres Segovia
Hingga saat ini terdapat cukup banyak gitaris-gitaris klasik dari
berbagai belahan dunia. Di antaranya yang paling terkenal ialah
gitaris-gitaris legendaris dan berkaliber dunia yaitu :
- Andres Segovia (1893-1987)
- Julian Bream (1933 ~)
- John Williams (1941 ~)
- K. Yamashita (1961 ~)
- Sigfried Behrend (1933-1991)
Di antara mereka, Segovia adalah yang terpenting karena jasanya yang
besar dalam perkembangan gitar masa depan gitar klasik sejak awal abad
ke-20. Dengan usahanya yang amat produktif dan kreatif beliau telah
membawa gitar menjadi sebuah alat musik solo standar di samping piano.
Kerjasamanya dengan para musisi dan komponis non gitar telah
menyebabkan suatu perkembangan yang drastik pada repertoar gitar. Sejak
itu gitar tidak lagi melulu dimainkan solo atau ensambel bersama gitar
lain, namun sebagai solois dalam orkestra dan musik kamar. Hampir semua
gitaris terkemuka di abad ke-20 termasuk yang telah disebutkan dimuka,
lahir dari masterklas-masterklas Segovia.

Penutup

Jadi dibandingkan dengan jenis gitar
yang lain, gitar klasik memiliki perkembangan historis yang lebih
panjang dan rumit. Karena akhirnya gitar klasik berkembang secara
terpisah dari gitar-gitar yang lain, bukan hanya karaketristiknya yang
berbeda tapi juga musiknya yang senantiasa didiskusikan dalam arus
besar musik klasik. Satu kelemahan gitar klasik dibandingkan dengan
alat musik lain ialah volumenya yang paling lemah. Kemiripan
karakteristik gitar dengan piano tentu saja telah membuat alat musik
ini kalah kuat dan produktif dibanding piano. Satu hal lagi tentang
kelemahan gitar ialah bahwa gitar tidak akan pernah menjadi anggota
standar orkestra, kecuali sebagai solois. Betapapun juga keunikan gitar
telah menciptakan suatu komunitas khusus di seluruh dunia dimana
anggota-anggotanya berkomunikasi melalui berbagai festival dan
kompetisi internasional, konser-konser, internet, berbagai jurnal
gitar, dan rekaman-rekaman. Terlebih penting yang perlu dipertimbangkan
ialah bahwa gitar klasik adalah sebuah alternatif instrumen solo yang
lebih mudah untuk dipindah-pindahkan (mobile) dan murah di banding
piano.

Sumber Tulisan:
- Bellow, Allexander. 1970. The Illustrated History of the Guitar. New York: Colombo Publication.
- Bobri, Vladimir. 1972. The Segovia Tehnique. New York: Macmilan Co.
- Sloane, Irving. 1984. Classical Guitar Construction. New York: Sterling Publishing Co.
- Summerfield, Maurice J. 1982. The Classical Guitar: Its Evolution and
its Players since 1800. Gateshead, Tyne and Wear: Ashley Mark Pub. Co.
- Turnbull, Harvey. 1974. The Guitar from the Renasissance to the Present Day. New York: C. Scribner’s Son.

Sajak Untuk Kekasih Setelah Perang Usai

May 30th, 2008 by laununa

Sajak Untuk Kekasih Setelah Perang Usai

 

Petik gitarnya pelan saja

Biar kunyanyikan sebait lagu cinta

Bersama malam menunggumu

 

Flamboyan yang gugur di musim ini

Kabarkan galau walau satu kata saja

Sentuh lembut di pipinya agar ia mengerti

Harmoni sumbang sedang menemani

 

Desah nafas tertumpah jua

Bait-bait tercecer menyapa

Rasakan jemari kaku merambat

 

Tulang belulang beranjak menua

Sisakan sakit di sekujur tubuh

Letih menunggu waktu berlalu

 

Telah kukirimkan surat untukmu

Tentang berita kemenangan yang sia-sia

Setelah pedang kembali kusarungkan

 

Kibarkan panji-panji di ujung senja

Suara serak menyapa

Ingatkan sebagian rambut yang memutih

 

Aku kalah oleh air mata

Rambati hati sesakkan jantung

Lamunkan semua yang telah usai

Kutunggu pelukmu

Di setiap tarikan nafas

 

 

Padangpanjang 05

 

ASYEIK _ Nyanyian Ritual di Kabupaten Kerinci

May 30th, 2008 by laununa

Suara manusia sebagai sumber bunyi yang
musikal merupakan satu kekuatan penting di antara komponen seni pertunjukan
ritual. Suara manusia yang kebanyakan berupa mantera ternyata mengandung unsur
musikal yang dapat dikatakan cukup baik.

Dalam masyarakat kerinci, kesenian ritual
yang menggunakan suara manusia sebagai sumber bunyi adalah Asyeik. Di dalam upacara
Asyeik
terdapat mantera n
yerau
yang menjadi inti
upacara.
 Nyerau
mempunyai peranan
yang sangat penting dalam membentuk intensitas ritual Asyeik. Nyerau bukan
hanya sekedar rangkaian kata-kata yang dijalin sedemikian rupa sehingga menjadi
sebuah syair, tetapi lebih jauh, nyerau memiliki
kekuatan-kekuatan gaib yang ditimbulkan dari suara manusia yang dilagukan
secara berulang-ulang dan terus-menerus untuk memasuki alam gaib yang
dipercayai sebagai media ‘bathin’ untuk
berkomunikasi dengan roh-roh para nenek moyang.

Analisis musikal atas mantera dalam kesenian ritual menjadi
penting dikarenakan hampir setiap kesenian ritual menggunakan mantera, dan
hampir seluruhnya pula mengandung unsur musikal. Analisis ini meliputi materi
tonal, ritme, bentuk dan teksturnya. Pendekatan yang dipakai dalam analisis ini
adalah pendekatan deskriptif komposisi musik yang dianjurkan oleh Bruno Nettl.

Objek penelitian dalam hal ini adalah mantera nyerau yang terdapat dalam upacara
asyeik pada saat acara kenduri sko
(kenduri pusako) pada tanggal 8 Agustus 2004. Dari penelitian atas unsur
musikalnya diharapkan dapat menjadi perbandingan untuk tradisi kesenian ritual lainnya,
khususnya yang menggunakan mantera.

May 25th, 2008 by laununa

Bicaralah !
Bicaralah, karena diam itu bukan emas,
dan rasa sakit harus disampaikan.
Dan sesungguhnya, kita sedang bersama menyelamatkan dunia.
Berjuanglah, karena tidak ada waktu untuk menyerah.
Detik ini terlalu berharga untuk dilewatkan.
Dalam diam tidak ada terang, karena kebahagiaan itu harus diraih.
Tidak dibiarkan untuk memudar dan hilang.
Violence Dating atau kita menyebutnya
“Pelanggaran dan Kekerasan terhadap hubungan cinta antar remaja pra nikah”.
Kami memandang, untuk menyebarkan semangat membina hubungan yang sehat,
menyebarkan rasa cinta untuk saling melindungi dan bukan untuk menyakiti.
Violence Dating adalah sebuah data dan fakta,
dimana jutaan remaja di Indonesia dengan sengaja ataupun tanpa disengaja,
telah melakukan hal-hal yang membuat hubungan cinta menjadi sebuah bentuk
pelanggaran dan kekerasan.